Minggu, 14 April 2013

IP address

|

   IP Address
A. Pengertian IP Address
      IP address adalah alamat identifikasi komputer/host yang berada didalam jaringan. Dengan adanya IP address maka data yang dikirimkan oleh host/komputer pengirim dapat dikirimkan lewat protokol TCP/IP hingga sampai ke host/komputer yang dituju.
       Setiap komputer/host memiliki IP address yang unik sehingga dua komputer/host yang berbeda tidak boleh memiliki IP address yang sama dalam satu jaringan.
B. Format IP address
       IP address dinyatakan dalam struktur bilangan biner yang terdiri atas 32 bit dengan bentuk sebagai berikut.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Misalnya
11000000000010100001111000000010
       Agar kita mudah membaca IP address, maka 32 bit bilangan itu dibagi ke dalam 4 segmen yang masing-masing berisi 8 bit. Kedelapan bit itu bisa disebut oktat.
       Selanjutnya, setiap oktat diterjemahkan ke dalam bilangan decimal. Misalnya:
11000000     =     192
00001010     =     10
00011110     =     30
00000010     =     2
       Adapun nilai terbesar dari 8 bit adalah 11111111 atau sama dengan 225. Dengan demikian, jumlah IP address seluruhnya adalah 225 x 225 x 225 x 225.
       Struktur IP address terdiri atas dua bagian yaitu bagian networkID dan hostID. NetworkID menunjukkan ID alamat jaringan tempat host-host berada, sedangkan hostID adalah bagian yang menunjukkan host itu berada. Sederhananya, networkID seperti nama jalan sedangkan hostID adalah nomor rumah dijalan tersebut.
       Guna memudahkan dalam pembagiannya maka IP address dibagi-bagi ke dalam kelas-kelas yang berbeda, yaitu sebagai berikut.
1) Kelas A
IP address kelas A terdiri atas 8 bit untuk network ID dan sisanya 24 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas A digunakan untuk jaringan dengan jumlah host sangat besar. Pada bit pertama diberikan angka 0 sampai dengan 127.
Karakteristik IP Kelas A
Format : 0NNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH.HHHHHHHH
Bit pertama : 0
NetworkID : 8 bit
HostID : 24 bit
Oktat pertama : 0 - 127
Jumlah network : 126 (untuk 0 dan 127 dicadangkan)
Rentang IP : 1.x.x.x - 126.x.x.x
Jumlah IP address : 16.777.214
Contoh
IP address 120.31.45.18 maka :
·           NetworkID = 120
·           HostID = 31.45.18
Jadi, IP diatas mempunyai host dengan nomor 31.45.18 pada jaringan 120
2) Kelas B
IP address kelas B terdiri atas 16 bit untuk network ID dan sisanya 16 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas B digunakan untuk jaringan dengan jumlah host tidak terlalu besar. Pada 2 bit pertama, diberikan angka 10.
Karakteristik IP Kelas B
Format : 10NNNNNN. NNNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH
Bit pertama : 10
NetworkID : 16 bit
HostID : 16 bit
Oktat pertama : 128 - 191
Jumlah network : 16.384
Rentang IP : 128.1.x.x - 191.255.x.x
Jumlah IP address : 65.534
Contoh
IP address 150.70.60.56 maka :
·           NetworkID = 150.70
·           HostID = 60.56
Jadi, IP diatas mempunyai host dengan nomor 60.56 pada jaringan 150.70
3) Kelas C
IP address kelas C terdiri atas 24 bit untuk network ID dan sisanya 8 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas C digunakan untuk jaringan berukuran kecil. Kelas C biasanya digunakan untuk jaringan Local Area Network atau LAN. Pada 3 bit pertama, diberikan angka 110.
Karakteristik IP Kelas C
Format : 110NNNNN.NNNNNNNN. NNNNNNNN.HHHHHHHH
Bit pertama : 110
NetworkID : 24 bit
HostID : 8 bit
Oktat pertama : 192 - 223
Jumlah network : 2.097.152
Rentang IP : 192.0.0.x - 223.255.225.x
Jumlah IP address : 254
Contoh
IP address 192.168.1.1 maka :
·           NetworkID = 192.168.1
·           HostID = 1
Jadi, IP diatas mempunyai host dengan nomor 1 pada jaringan 192.168.1
       Kelas IP address lainnya adalah D dan E, namun kelas IP D dan E tersebut tidak digunakan untuk alokasi IP secara normal tetapi digunakan untuk IP multicasting dan untuk eksperimental.
Tabel : Jumlah networkID dan hostID
Kelas
Antara
Jumlah jaringan
Jumlah Host Jaringan
A
1 s.d. 126
126
16.777.214
B
128 s.d. 191
16.384
65.534
C
192 s.d. 223
2.097.152
254
Tabel : Rentang IP address untuk setiap kelas
Kelas
Alamat Awal
Alamat Akhir
A
XXX.0.0.1
XXX.255.255.255
B
XXX.XXX.0.1
XXX.XXX.255.255
C
XXX.XXX.XXX.1
XXX.XXX.XXX.255
   Subnet Mask
       Nilai subnet mask berfungsi untuk memisahkan network ID dengan host ID. Subnet mask diperlukan oleh TCP/IP untuk menentukan, apakah jaringan yang dimaksud adalah jaringan lokal atau nonlokal. Untuk jaringan Nonlokal berarti TCP/IP harus mengirimkan paket data melalui sebuah Router. Dengan demikian, diperlukan  address mask untuk menyaring IP address dan paket data yang keluar masuk jaringan tersebut.
       Network ID dan host ID didalam IP address dibedakan oleh penggunaan subnet mask. Masing-masing subnet mask menggunakan pola nomor 32-bit yang merupakan bit groups dari semua satu (1) yang menunjukkan network ID dan semua nol (0) menunjukkan host ID dari porsi IP address.
       Sebagai contoh, alamat kelas B: 170.203.93.5 bilangan binernya adalah:
       10101010 11001011 01011101 00000101
       Subnet mask default untuk alamat kelas B adalah:
       11111111 11111111 00000000 00000000
       Bisa juga ditulis dalam notasi desimal:
       255.255.0.0
Tabel : Subnet mask untuk internet address classes
Kelas
Bit Subnet
Subnet mask
A
11111111 00000000 00000000 00000000
225.0.0.0
B
11111111 11111111 00000000 00000000
225.225.0.0
C
11111111 11111111 11111111 00000000
225.225.225.0

Sabtu, 30 Maret 2013

INSTALASI WINDOWS XP

INSTALASI WINDOWS XP




  • Siapin dulu CD master Windows XP lalu masukin ke dalam cdroom. lalu Restart komputer loe, setelah itu, untuk masuk BIOS dalam komputer loe tekan tombol Delete pada keyboard. tapi pada mainboard lain menggunakan tombol F12 







  • Lalu berada dalam BIOS dan pilih Boot pada menu dan pilih item Boot Device Priority seperti tampak pada gambar2 diatas.
  • Ubahlah cdroom pada posisi first boot device untuk boot melalui cdroom dengan menggunakan tombol + - di keyboard.Lalu tekan F10 untuk menyimpan konfigurasi yang telah loe ubah








  • Setelah itu, Restart komputer dan tunggu sebentar lalu tekan sembarang tombol dengan cepat.
  • Setelah muncul tampilan berikut, tekan Enter untuk lanjut proses instal atau R untuk melakukan reparasi Windows di Recovery Consule atau F3 untuk mengakhiri proses instal.
  • Sekarang lanjutin pada Lisencing Agreement dan tekan F8 untuk lanjut dan ESC untuk batalkan proses.




  • Kalau uda pada gambar posisi partisi belum terisi oleh sistem windows dan masih kosong. Lalu tekan C untuk membuat partisi baru pada harddisk dan Enter untuk menginstal.





  • Masukan aja berapa besar kapasitas partisi yang loe inginin dan tekan Enter untuk membuat partisinya seperti terlihat pada gambar.





  • Kemudian tekan Enter untuk melakukan proses instal atau Delete untuk menghapus partisi.
  • Dan pilih NTFS file system (Quick) atau FAT file system (Quick) lalu tekan Enter.





  • Setelah itu loe akan pada layar berikut Click Next.




  • Lalu setelah itu, isikan dengan Nama dan Organisasi Kamu kemudian tekan Next.





 Isikan Serial Number dari type windows lalu tekan Next.






  • Isikan nama komputer dan password loe untuk mengaksesnya lalu tekan Next.





  • Lalu Set Time Zone pada posisi (GMT+80:00) klik Next.




  • Typical settings Pada option ini settingan jaringan akan dibuat default windows dan Custom settings Untuk mensetting jaringan kamu secara manual lalu klik Next.

 


  • Pilih option Yes bila Kamu terhubung ke jaringan local dengan domain , lalu isi dengan nama DOMAIN yang sama dengan domain jaringan Kamu dan sebaliknya jika tidak terhubung kejaringan atau terhubung tapi tanpa somain pilih option No, sekali lagi tekan Next.

 




  • Langkah terakhir tinggal mengklik Ok,Next,Skip dan Finish. juga diminta mengisikan nama .kita akan berada pada tampilan Dekstop Windows seprti di atas dan loe tinggal install driver hardware komputer kamu.

BIODATA SAYA

BIODATA SAYA

BIODATA
NAMA: FALAH AROFI
 KELAS: X TKJ
ALAMAT: JALAN GENUK SARI RT 04 RW 07
NAMA SEKOLAH: SMK MUHAMADIYAH SEMARANG

ALAMAT SEKOLAH:JALAN KASIPAH NO.10-12
TEMPAT/TANGAL LAHIR: SEMARANG, 21 JULI 1997

TKJ

TKJ

TEKNIK KOMPUTER & JARINGAN 
 
  • LABORATORIUM TEKNIK KOMPUTER & JARINGAN



  •  KEGIATAN PRAKTEK TEKNIK KOMPUTER & JARINGAN

  •   KEGIATAN LAIN DI LAB. TEKNIK KOMPUTER & JARINGAN 


















Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan di SMK Muhammadiyah 2 Semarang mulai beroperasi pada tahun 2006. Dan sudah banyak  menorehkan prestasi yang berhubungan dengan Jaringan Komputer, antara lain :
1. Juara 3 LKS Kota Semarang tahun 2009 bidang lomba Networking Support
2. Juara 3 LKS Kota Semarang tahun 2010 bidang lomba Networking Support
3. Juara 3 LKS Kota Semarang tahun 2011 bidang lomba Networking Support
4. Juara 3 LKS Kota Semarang tahun 2012 bidang lomba Networking Support

Kebijakan Mutu SMK Muhammadiyah 2 Semarang




Kebijakan Mutu Sekolah
SMK Muhammadiyah 2 Semarang merupakan lembaga Pendidikan Menengah Kejuruan, yang diharapkan  oleh pemerintah dan masyarakat mampu menghasilkan tenaga kerja terampil tingkat menengah untuk mengisi lapangan kerja yang tersedia di tingkat regional dan nasional. Oleh sebab itu, sekolah bertekad menempatkan peserta didik sesuai permintaan/harapan  penyedia lapangan kerja bagi lulusan pada prioritas pertama yang harus dipenuhi dengan:
1.        Menerapkan sistem manajemen mutu (SMM) ISO 9001- 2008, dan
2.      Berusaha keras memenuhi permintaan/harapan peserta didik dan penyedia lapangan kerja bagi lulusan SMK Muhammadiyah 2 Semarang.
Kami bertekad menyelenggarakan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) kejuruan tingkat menengah sehingga menghasilkan lulusan yang
M U L I A
·       Mandiri    : dalam bekerja dan mampu menciptakan lapangan kerja
·         Unggul    : dalam persaingan di dunia kerja
·         Lugas      : dalam berkepribadian dan mengambil keputusan
·         Inovatif     : dalam mensikapi perubahan dan berkarya
·         Amanah : dalam mengemban kewajiban.
dengan :
1.    Menempatkan personal yang kompeten sesuai bidang keahliannya;
2.    Menyediakan sarana yang memadai;
3.    Menyediakan prasarana/lingkungan yang mendukung;
4.    Menerapkan metode pengajaran yang baik;
5. Melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) yang efisien, efektif dan menyenangkan.
6. Membangun relasi mutualistis dengan peserta didik, penyedia lapangan kerja bagi tamatan, pemasok dan pihak lain yang berkepentingan.
Kebijakan mutu ini merupakan arahan untuk setiap sasaran mutu dalam rangka perbaikan berkelanjutan SMM dan pemenuhan permintaan/harapan peserta didik dan penyedia lapangan kerja bagi tamatan sekolah ini.